CONTOH LAPORAN KERJA PRAKTEK

Posted: Februari 4, 2012 in Uncategorized

ABSTRAK
MONITORING SISTEM JARINGAN KOMPUTER
PADA RUMAH SAKIT PERTAMINA BALIKPAPAN

Oleh :
RASGA NALENDRA

Jaringan komputer telah mengalami perkembangan yang sangat pesat.Teknologi ini mampu menyambungkan hampir semua komputer sehingga bisa saling berkomunikasi dengan baik. Contohnya, banyaknya jaringan komputer di perusahaan besar sampai pada rumah yang sangat sederhana, jaringan komputer adalah himpunan “interkoneksi” antara 2 komputer autonomous atau lebih yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel(wireless). Bila sebuah komputer dapat membuat komputer lainya restart, shutdown, atau melakukan kontrol lainya, maka komputer komputer tersebut bukan autonomous (tidak melakukan kontrol terhadap komputer lain dengan akses penuh).
Pada saat ini manfaat dari jaringankomputer sudah sangat banyak dirasakan apalagi dalam dunia komunikasi yang serba cepat ini.Jaringankomputer sering kali berperan vital dalam kegiatan pendistribusian informasi yang cepat tersebut.Semua dari komponen yang tergabung dalam jaringankomputer tersebut haruslah mampu saling mendukung untuk menghasilkan satu sistem yang kokoh dan handal untuk melayani setiap permintaan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.
Sebagai contoh lainnya apabila suatu perusahaan tidak mempunyai jaringan,ini tentu dapat menghambat kestabilan kerja dan tidak efisiennya dalam bekerja sehari – hari. Perusahaan ini tentunya tidak dapat berkomunikasi dengan baik oleh perusahaan lain Dalam pengembangannya pengguna komputer atau yang memanfaatkan teknologi informasi ini pada Rumah Sakit Pertamina Balikpapan ini kurang lebih ada ratusan komputer. Agar informasi bisa berjalan dengan lancar maka diperlukan perangkat komunikasi antara user dengan unit informasi yaitu yang disebut dengan sistem jaringan lokal atau LAN ( Local Area Network ). Jaringan komputer di RSPB mendukung pengaturan informasi data pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.
Kata kunci : instalasi jaringan komputer, LAN, Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi khususnya komputer pada beberapa tahun belakangan ini sangat pesat. Dalam era globalisasi saat ini, kebutuhan akan media komunikasi yang bermutu tinggi dan mampu mengakomodir setiap bentuk kegiatan usaha maupun keperluan pribadi semakin dirasakan penting. Informasi dari segenap penjuru dunia masuk dengan deras tanpa terbendung di tengah iklim persaingan bebas.
Sistem informasi di setiap perusahaan mempunyai peranan penting bagi kelangsungan kerja perusahaan. Salah satu yang sangat penting di perusahaan adalah adanya Unit Teknologi Informasi. Untuk mendukung dan menjaga kelangsungan kerja unit teknologi informasi dan perusahaan, banyak faktor yang harus mendukung itu semua, salah satunya kemampuan dan kualitas teknologi itu sendiri selain sumber daya manusia dan perangkat-perangkat pendukung lainnya.
Rumah Sakit Pertamina Balikpapan sebagai salah satu badan usaha yang bergerak dalam pelayanan kesehatan terhadap karyawan Pertamina dan masyarakat pada umumnya ingin meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat melalui ketepatan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan motto dari Rumah Sakit Pertamina yaitu We Care & We Cure.
Dalam pengembangannya pengguna komputer atau yang memanfaatkan teknologi informasi ini pada Rumah Sakit Pertamina Balikpapan ini kurang lebih ada ratusan komputer. Agar informasi bisa berjalan dengan lancar maka diperlukan Adanya monitoring sistem jaringan komputer yang sangat baik saja tidak bisa menjamin proses pertukaran data yang dibutuhkan akan berjalan dengan tepat, cepat dan aman. Masih dibutuhkan satu faktor lagi yaitu monitoring sistem jaringan yang dilakukan secara berkala agar infrastruktur jaringan yang ada memiliki kondisi yang prima sehingga dapat digunakan secara maksimal.
1.2 Rumusan Masalah

Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan Laporan Kerja Praktek ini adalah bagaimana cara instalasi jaringan dan perawatan serta monitoring komputer pada Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

1.3 Batasan Masalah

Ruang lingkup dalam masalah yang akan diangkat hanya terbatas pada bagaimana cara dan proses instalasi jaringan dan perawatan komputer pada Rumah Sakit Pertamina Balikpapan dalam mendukung kinerja sistem informasi yang ada pada Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

1.4 Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dari penulisan Laporan Kuliah Kerja Lapangan Plus ini adalah :
 Untuk mengetahui secara jelas tentang fungsi dan kegunaan jaringan dalam mengatur informasi data pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Pertamina Balikpapan yang juga sebagai sarana pembantu untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.
 Untuk mengetahui secara jelas tentang bagaimana proses instalasi jaringan dan monitoring komputer di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

1.5 Manfaat

1. Manfaat bagi penulis :
Menambah wawasan mengenai instalasi jaringan dan monitoring komputer di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

2. Manfaat bagi institusi pendidikan :
Sebagai masukan dalam pengembangan dan penelitian lebih lanjut mengenai Jaringan dan monitoring Komputer di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

3. Manfaat bagi Rumah Sakit Pertamina Balikpapan :
Memperoleh masukan mengenai kondisi dan permasalahan yang terjadi, serta solusi untuk jaringan komputer di Rumah Sakit Pertamina.

1.6 Metodologi

Penulis menggunakan metedologi untuk menggarahkan laporan KP ini agar tujuan penelitian yang telah ditentukan dapat tercapai.Metodologi adalah ilmu-ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran menggunakan penelusuran dengan tata cara tertentu dalam menemukan kebenaran, tergantung dari realitas yang sedang dikaji. Dalam penyusunan laporan Kerja Praktek ini, dilakukan penelitian lapangan dengan metode penelitian sebagai berikut :
– Interview (wawancara), yaitu dengan mengadakan wawancara kepada pimpinan divisi dan juga kepada para karyawan yang terkait sampai mendapatkan informasi yang terperinci.
– Observasi (pengamatan langsung), yaitu mengumpulkan data-data yang diperlukan dengan cara pengamatan dan terjun langsung dilapangan.
Studi Pustaka, yaitu metode pengumpulan data dengan cara membaca buku dan mencari data di internet yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi.

Lebih lengkapnya metedologi yang digunakan oleh penulis dalam pembuatan tugas laporan kerja praktek ini adalah metedologi terstruktur dengan metode rekayasa system jaringan computer dengan tahapan – tahapan sebagai berikut :
– Studi Literatur
Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literatur, jurnal, paper serta bacaan – bacaan yang ada kaitannya dengan tugas laporan kerja praktek.
– Site Survey
Dalam proses site survey penulis akan mendokumentasikan hal – hal penting yang kaitannya dengan proses analisis system, seperti jumlah penggunaan aplikasi yang akan digunakan nantinya, kebutuhan bandtwidth, tingkat keamanan jaringan.
Dalam proses site survey ini penulis juga akan mendokumentasikan tentang topologi jaringan yang sudah ada di tempat, baik topologi fisik maupun logis.

1.6.1 Analisis sistem

Dalam pengerjaan analisis sistem, RSPB sebelumnya menggunakan sistem yang lama.Semua perkerjaan yang berkaitan dengan data – data pasien, obat – obatan maupun keuangan di kerjakan secara manual.Setelah adanya komputer, semua perkerjaan dilakukan dengan sistem komputer.

1.6.2 Metode Penelitian Keperpustakaan

Yaitu penelitian literature melalui buku, majalah, maupun artikel – artikel untuk mendapatkan landasan teoritis yang mencukupin.

Komponen Software
Setiap komputer workstation bekerja dengan sistem operasinya sendiri dan agar dapat bekerja dengan baik, NetWare juga membutuhkan sistem. NetWare adalah sistem operasi jaringan yang didesain untuk dua hal penting, yaitu mengontrol operasi file server dan bekerja sama dengan operating sistem workstation, sehingga pemakaian jaringan akan lebih mudah digunakan.
NetWare mengatur pengaksesan disk, file yang dimasukan, dan pemakaian memori. NetWare juga mengontrol sejauh mana pemakai dapat mengakses jaringan. Anda dapat memberikan hak pemakai yang tidak dibatasi, sehingga dia bisa mengakses, menulis, menghapus, dan memodifikasi file.
Software juga meliputi: Program Aplikasi yaitu program pengolah kata, pengolah angka, pengolah data, dan aplikasi grafik yang mampu mempermudah pekerjaan sehari-hari; Program Internet Sharing mempermudah agar semua komputer yang terkoneksi ke jaringan LAN atau Workgroup bisa berinternet seluruhnya. Program untuk Internet yaitu program untuk menjalankan fasilitas yang berhubungan dengan internet. Sehingga dengan program ini user bisa menggunakan fasilitas seperti browsing, chating, e-mail. Program Internet antara lain :Microsoft Internet Explorer, Microsoft Outlook, Windows Messanger.
Software yang digunakan dalam RSPB ialah SQL 9, Power Builder (PB) 7. SQL (Structured Query Language) adalah, sebuah database bahasa komputer yang dirancang untuk mengelola data dalam sistem manajemen database relasional (RDBMS ), dan awalnya berdasarkan aljabar relasional dan kalkulus. Power Builder adalah 4GL berorientasi obyek bahasa pemrograman yang dimiliki oleh Sybase.4GL ialah generasi ke-empat bahasa pemrograman.

1.6.5 Server, workstation dan Peripheral

A. Ruangan Server
Sebenarnya yang berhubungan dengan ruangan ini tidak mutlak, tergantung kebutuhan dan dana yang tersedia. Namun untuk pemakaian jangka panjang diusahakan ruangan tersebut tidak terlalu panas. Hal lain yang berhubungan dengan ruangan ini adalah tidak sembarang orang masuk dan hindari debu dan asap rokok.

B. Komputer yang akan digunakan sebagai server
Komputer yang akan digunakan sebagai server dapat langsung dibeli dan dipasang namun bila dananya terbatas dapat diganti dengan komputer biasa yang akan dijadikan server dengan kriteria sebagai berikut :
– CasingTower
– Mainboard yang digunakan memenuhi syarat untuk server
– Processor, Pentium III atau Pentium IV
– RAM minimal 256 Mb (diatas 256 Mb)
– Harddisk minimal 60 Gbyte jenis SCSI
– Kartu Grafik (VGA Card) minimal 64 Mbyte
– Modem minimal 56 Kbps
– Minimal Ethernet 10/100 Mbps
– Monitor minimal SVGA
– CD-ROM Drive 50x atau lebih
– Disk Drive 1.44 Mbyte
– Keyboard
– Mouse (serial/PS 2)
– Meja Komputer memakai rak khusus server
– Baterai UPS
Kriteria tersebut tidak mutlak jika dana terbatas tetapi diusahakan mendekati kebutuhan sebagai server.
Dalam RSPB Server yang digunakan meliputi kriteria sebagai berikut :
Server Network
 Processor Itanium 2 1,6 Ghz
 DVD RW
 Memory 8 GB
 VGA 16 MB Radeon 7000 Series
Server Database
 Processor Intel Xeon
 Memory 2 GB
 VGA ATI Technologies Inc. 8 MB
 DVD RW

C. Workstation atau Client
Komputer PC yang digunakan sebagai workstation bisa bermacam-macam mesin tergantung kebutuhan dan dana yang tersedia. Tujuan pemasangan adalah agar proses lebih cepat terutama saat melakukan browsing atau downloading. Penggunaan komputer workstation di RSPB adalah :
– Casing mini Tower
– Processor Intel P IV 2.8 GHz
– RAM 1 GB
– Harddisk minimal 40 Gbyte
– VGA Card minimal 32 Mbyte
– Ethernet Card 10/100 Mbps
– Monitor SVGA
– CD-ROM Drive jika diperlukan
– Mouse
– Meja Komputer
– Rak kabel
D. Hardware Pendukung
1. UPS
Sudah jelas UPS tidak hanya digunakan oleh network. Anda bisa juga menggunakannya pada setiap alat yang membutuhkan aliran listrik alternatif. UPS adalah alat yang sangat penting bagi perusahaan yang menggunakan komputer untuk produktifitasnya dan tidak ingin kehilangan data atau waktu kerja pegawai. Pada setiap keadaan yang bisa dibayangkan, melalui UPS adalah investasi yang menguntungkan untuk setiap workstation, hub, dan server pada network. Piranti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kerusakan data dan kestabilan ketika arus tiba-tiba mati atau padam. Sehingga server tetap berjalan dalam waktu tertentu sesuai dengan jenis dan kapasitas UPS yang digunakan.
2. HUB, Kabel, Connector, dan Kartu Jaringan
HUB merupakan suatu perangkat yang memiliki banyak port yang menghubungkan beberapa titik daam suatu jaringan sehingga dengan HUB ini akan terbentuk suatu jaringan. Pada jaringan yang umum dan sederhana salah satu port menghubungkan HUB tersebut ke komputer server. Sedangkan port lainnya digunakan untuk menghubungkan komputer client yang sudah memiliki NIC untuk membentuk suatu jaringan.
3. Modem
Modem (modulator-demodulator) merupakan perangkat yang berfungsi mengirimkan dan menerima data digital yang dikirimkan melalui sinyal analog seperti jaringan telepon PSTN. Dengan penggunaan modem memungkinkan suatu komputer terkoneksi ke internet melalui jaringan telepon. Modem Dial-Up dipasang pada slot PCI atau ISA pada motherboard komputer. Modem Dial-Up memiliki kecepatan transfer maksimal 56 Kilobits per detik.
Dalam pemilihan jenis modem (modulator-demodulator) harus memperhitungkan perkembangan kecepatan jaringan dan sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa akan datang. Modem yang biasa digunakan antara lain : Modem Internal dan External.
Dalam menggunakan modem internal harus diperhitungkan jumlah soket yang tersedia dalam mainboard pada komputer. Untuk modem external harus dipertimbangkan port komunikasi yang tersedia pda PC misalnya serial port atau USB.
Dalam RSPB modem digunakan untuk menghubungkan dari Server poliklinkik PANORAMA dan GATU ke komputer routing dengan menggunakan line telepon. Modem juga digunakan untuk menghubungkan Internet.
4. Printer
Printer adalah salah satu alasan utama kenapa ada network. Printer adalah salah satu alat yang digunakan untuk mencetak hasil pemrosesan dengan komputer ke atas kertas.Untuk membedakan jenis printer dapat dilihat dari resolusi yang dihitung dalam satuan dpi (dot per inci) dan kecepatan cetak yang dihitung dengan ppm (page per minute) dimana hal tersebut tergantung dari jenis printer yang digunakan.
Karena printer tidak selalu digunakan oleh setiap pemakai, akan lebih ekonomis jika memakai satu printer bersama-sama. Printer bisa dihubungkan langsung pada workstation atau ke server. Printer di RSPB sendiri sebagaian besar di komputer LAN menggunakan printer Dot Matrix yaitu jenis printer komputer dengan kepala cetak yang berjalan bolak-balik, atau dalam gerak atas dan ke bawah, di halaman dan mencetak dengan dampak, mencolok an-direndam kain pita tinta terhadap kertas , sama seperti mekanisme mencetak pada mesin tik . Karena mencetak melibatkan tekanan mekanis, printer ini dapat membuat salinan karbon.Ada juga yang menggunakan Ink-jet (bubble-jet) printer dan printer laser jet.

BAB II
GAMBARAN UMUM DAN TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah singkat Rumah Sakit Pertamina Balikpapan

Rumah Sakit Pertamina Balikpapan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa khususnya pelayanan kesehatan. Pada awal berdirinya Rumah Sakit Pertamina Balikpapan ini lebih difokuskan untuk menunjang pelayanan kesehatan bagi karyawan Pertamina dalam pencarian dan pengolahan minyak.
Pada tahun 1949 BPM (De Bataafsche Petroleom Maatshapij) membangun Rumah Sakit di Balikpapan, yang berfungsi memelihara kesehatan Sumber Daya Manusia. Tahun 1962 BPM berganti nama menjadi PT. SHELL INDONESIA dan pada tahun 1968 PT. SHELL INDONESIA dibeli oleh pemerintah sehingga perusahaan ini berganti nama menjadi PN PERMINA kemudian menjadi PERTAMINA.
Secara fisik gedung Rumah Sakit lama sudah tidak sesuai lagi, usaha untuk mengganti gedung tersebut telah dirintis sejak tahun 1972, akhirnya dengan SK Direktur Utama No.Kpts 26/C.000/82-BI tanggal 07 Januari 1982 disetujui pembangunan gedung Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. Akhirnya pada tanggal 4 April 1987, gedung baru Rumah Sakit Pertamina Balikpapan diresmikan dan sekaligus ditetapkan sebagai awal berdirinya. Rumah Sakit Pertamina Balikpapan dan pengelolaan Rumah Sakit dilakukan oleh Pertamina UP V Balikpapan.
Dengan adanya perubahan struktur organisasi dari Pertamina pada tanggal 24 April 1998 Rumah Sakit Pertamina Balikpapan oleh Pertamina UPV dialihkan pengelolaannya dibawah PT. Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), dan pada tanggal 26 Juli 2002 dirubah menjadi PT. Pertamina Bina Medika (PERTAMEDIKA) yang merupakan anak perusahaan Pertamina.
Sejak serah terima alih kelola tersebut Rumah Sakit Pertamina Balikpapan berubah fungsi menjadi Rumah Sakit yang mandiri, terbuka untuk umum. Sejak
saat itu pengelolaan Rumah Sakit sepenuhnya tergantung kepada hasil Rumah Sakit Pertamina Balikpapan sendiri.
2.2 Lokasi dan Lingkungan Perusahaan

Penentuan lokasi dan lingkungan kerja perusahaan mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan oleh karena itu sebelumnya penulis akan menjabarkan pengertian letak/lokasi perusahaan dan lingkungan kerja.
Letak atau lokasi perusahaan adalah tempat kediaman perusahaan yaitu suatu tempat dimana perusahaan yang bersangkutan melakukan kegiatannya sehari-hari. Dalam hal penentuan lokasi perusahaan perlu dipikirkan dan diperhatikan secara seksama dari berbagai aspek seperti kestrategisan lokasi, kedekatan dengan lokasi sumber ekonomis, perhubungan, daerah pemasaran, efisiensi dan lain-lain, dimana hal ini akan sangat membantu meminimumkan biaya-biaya. Faktor lokasi ini juga dapat menjadi kunci kekuatan perusahaan dalam situasi persaingan. Sedangkan lingkungan adalah kondisi kawasan yang tercakup dalam suatu daerah (kawasan, golongan, kalangan dan sebagainya). Pengertian kerja adalah perbuatan melakukan sesuatu hal. Jadi lingkungan kerja adalah kondisi suatu kawasan, daerah dimana perusahaan melakukan kegiatan usaha.
Pertimbangan atau pendekatan dalam penentuan lokasi dan lingkungan kerja bagi setiap perusahaan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Pertimbangan dalam pemilihan lokasi juga ditinjau dari harga tanah, peraturan tenaga kerja, tingkat pajak kebutuhan ekspansi, keamanan, serta konsekuensi pelaksanaan peraturan tentang lingkungan hidup.
Rumah Sakit Pertamina Balikpapan beralamatkan di Jalan Jenderal Sudirman No. 1 Balikpapan, Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kotamadya Balikpapan Daerah Kalimantan Timur. Secara keseluruhan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan berada di pusat kota dengan teluk dan pantai Balikpapan diantara perumahan pejabat dan kantor Kodam VI Tanjung Pura dan kawasan Pertamina. Lokasi perusahaan ini sangat strategis, sangat mudah dijangkau, baik dengan transportasi angkutan umum maupun dengan kendaraan pribadi.
Adapun pertimbangan pemilihan lokasi Rumah Sakit Pertamina Balikpapan didasarkan beberapa hal sebagai berikut :

a. Lingkungan Masyarakat
Yaitu kesedian masyarakat suatu daerah untuk menerima segala konsekuensi baik itu positif ataupun negatif dari didirikannya rumah sakit tersebut.Kesediaan masyarakat didaerah tersebut merupakan syarat yang harus dipertimbangkan, dengan memperhatikan nilai-nilai lingkungan dan ekologi disekitar perusahaan.
b. Transportasi (Angkutan)
Hal ini sangat menunjang sekali terhadap kelancaran operasional perusahaan dan kebutuhan seluruh konsumen yang memakai jasa pelayanan kesehatan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.
c. Tenaga Kerja
Tersedianya tenaga kerja yang profesional merupakan hal yang sangat mendasar. Disamping itu perekrutan tenaga kerja disesuaikan dengan kuantitas, kualitas dan tingkat upah yang berlaku sehingga dapat meningkatkan sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan.
d. Kedekatan dengan material dan supplier
Lokasi dipilih dekat dengan sumber material atau supplier yang memungkinkan suatu perusahaan mendapatkan material yang berkualitas dan hemat dalam pengendalian biaya pengadaan material.
e. Sumber Daya Alam lainnya
Perusahaan juga sangat membutuhkan sumber daya alam lainnya seperti kebutuhan air, listrik, diesel dan lain-lainnya dalam kualitas yang cukup besar, oleh sebab itu perlu diperhatikan tersedianya sumber daya yang murah dan memadai.

2.3 Tujuan Perusahaan

Tujuan perusahaan ini adalah sesuai dengan Visi dan Misi dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan Yaitu :
Visi:
Menjadi Penyelenggara Layanan Kesehatan Yang Profesional, Manusiawi, Terpercaya, Bermutu dan Terbaik Se-Kalimantan.

Misi:
 Memberikan Jasa Layanan Kesehatan bagi Pegawai Perminyakan & Keluarganya dan Masyarakat Luas Yang Berorientasi kepada kepuasan Stakeholder ( Pelanggan, Mitra Kerja, Pekerja dan Pemegang Saham )
 Mengelola Rumah Sakit, Poliklinik dan fasilitas kesehatan lainnya yang senantiasa mengutamakan kepentingan pasien, peka dan Tanggap terhadap keluhan serta berpenampilan Prima
 Senantiasa Meningkatkan kelengkapan Fasilitas, Keterampilan, Pengetahuan dan Kesejahteraan Pekerja.
 Menyelenggarakan Layanan Kesehatan yang bernuansa Senyum, Sopan, Sabar dan menyajikan suasana Bersih, Indah, Aman dan Nyaman serta Ramah Lingkungan.
 CORPORATE CULTURE“ La Prima” Layanan yang Profesional, ramah, Iklas, Bermutu dan Antusias.

2.4 Struktur Organisasi Rumah Sakit Pertamina Balikpapan

Gambar 2.1 Struktur Organisasi RSPB

2.5 Struktur Organisasi Teknologi Informasi RSPB

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Teknologi Informasi RSPB

2.6 Tinjauan Pustaka

2.6.1 Konsep Jaringan Komputer
Beberapa tahun yang lalu, jaringan Personal Computer yang disebut sebagai Local Area Network atau LAN mulai memasuki pasaran. Pada tahun 1988, Partai Demokrasi di Amerika Serikat memasang 10 jaringan Local Area Network yang mencakup 300 workstation, untuk menunjang konvensi nasionalnya. Jaringan LAN ini berfungsi mulai dari menghitung hasil suara delegasinya sampai menjaga tetap invitasi partainya. Selain jaringan utamanya, masing-masing calon juga memasang jaringan yang terpisah. Jaringan-jaringan yang terpisah ini dihubungkan ke jaringan yang utama, sehingga memungkinkan calon-calon tersebut saling tukar menukar informasi dengan mudah.
Beberapa waktu yang lalu, ketika komputer masih mahal dan ukurannya besar, suatu organisasi tidak dapat memberikan komputer kepada setiap pegawainya untuk digunakan secara tersendiri. Sebagai gantinya CPU harus digunakan bersama. Dengan demikian sebuah jaringan terbentuk. Jaringan yang pertama adalah jaringan hirarki yaitu aktifitas komputing terpusat pada lokasi CPU, yang disebut unit hardware host. Host biasanya berbentuk komputer mainframe atau komputer mini. User mengakses host melalui terminal yang sering kali disebut sebagai terminal dump, karena terminal-terminal tersebut tidak bisa melakukan proses sendiri. Fungsi dasar dump ini ialah sebagai antar muka antara user dengan host. Jaringan hirarki menyediakan fasilitas komputing yang terpusat, tetapi jaringan ini dibatasi oleh beberapa hal tertentu. User prosesor pusat terbatas pada penggunaan aplikasi yang ada dalam komputer host. Oleh karena itu kemampuan user untuk melakukan analisis menjadi terbatas, karena mengubah program-program di host sering kali membutuhkan biaya dan waktu yang besar, serta program-program di host harus memenuhi semua kebutuhan user yang terhubung dalam jaringan.
Perkembangan teknologi silikon yang pesat dan diikuti dengan menurunnya harga prosesor komputer, menyebabkan kemampuan komputing dapat dilakukan pada meja masing-masing secara tersendiri dengan komputer personal atau PC. Komputer personal memungkinkan setiap user untuk menyeragamkan software-nya dan melakukan analisa data sesuai dengan keperluannya sendiri. Tetapi cara standalone ini yaitu komputer yang tidak terhubung dengan komputer lain, tidak menyediakan baik akses langsung ke data organisasi maupun kemudahan dalam penggunaan informasi dan program-program secara bersama.
Lokal Area Network memberikan solusi terhadap keterbatasan kemampuan standalone dan cara pemrosesan terpusat. LAN merupakan jaringan peer, yang berarti setiap peralatan pada jaringan dapat berkomunikasi satu sama lain. Sebagai pengganti terminal dumb, Lan menggunakan terminal smart atau terminal cerdas, yaitu komputer mikro dengan unit CPU tersendiri. LAN berfungsi sebagai sebuah penghubung atau bridge tidak hanya antara orang-orang dengan informasi, tetapi juga antar pemakainya.

2.6.2 Manfaat Jaringan Komputer
Pada awalnya Instalasi Local Area Network ditujukan untuk penggunaan peralatan periperal secara bersama. Sebagai contohnya adalah peralatan-perlatan keluaran mahal misalnya Printer laser, PC-FAX boards, modem berkecepatan tinggi dan printer berwarna.
Namun setelah jaringan berkembang, penggunaan peralatan bersama tidak lagi menjadi hal utama. Local Area Network menyediakan alat efektif untuk berkomunikasi ke beberapa orang melalui e-mail dimana berita dapat dikirim secara serentak begitupun juga rapat, perubahan jadwal tanpa harus melakukan beberapa kali sambungan telpon.
Keuntungan utama dari Local Area Network adalah software dan data jauh lebih mudah dipelihara dan diproteksi daripada dalam keadaan standalone. Data penting dapat di back-up setiap hari, bila perlu setiap jam. Bila software memerlukan perbaikan, proses dapat dilakukan pada salah satu sumber, tidak perlu pada setiap komputer personal yang menjalankan program tersebut.

1. Bagi Pakai (sharing) Hardware/peralatan (resources)
Dengan adanya jaringan komputer, maka pemakaian beberapa peralatan komputer seperti printer, hard disk, disket, scanner, CD-ROM dan lainnya dapat dilakukan bersama-sama saling bergantian tanpa harus memindahkan posisi peralatan yang terpasang tersebut.
Jaringan komputer membuat bagi pakai printer akan menjadi lebih mudah. Jika anda menghubungkan printer ke file server sebagai print server, maka semua pemakai dalam jaringan komputer dapat menggunakan dan mengakses printer. Anda juga dapat menambahkan jumlah printer atau mengakses printer dengan jenis printer yang dipilih sehingga memungkinkan setiap pemakai tidak harus memiliki printer sendiri-sendiri.
Seorang pemakai jaringan, dapat mengakses semua printer yang terpasang dalam jaringan karena printer-printer tersebut di-share. Jika network anda hubungkan dengan lima jenis printer yang di-share, anda dapat mengirimkan job percetakan ke beberapa printer yang telah anda inginkan, tanpa harus menghubungkan ke dalam komputer PC anda. Jika anda ingin mencetak gambar berwarna anda bisa memilih printer inkjet berwarna yang terpasang jika ada. Tetapi jika anda ingin menggunakan printer dot matrik anda bisa mengarahkan percetakan anda ke printer tersebut.

2. Bagi pakai software
Hampir dalam setiap organisasi, kemampuan dalam melakukan bagi pakai berkas atau file data diperlukan setiap hari. Beberapa tipe software PC, khususnya program manajemen basis data atau database, didesain disamping agar bisa dipakai oleh satu pemakai, juga dimungkinkan untuk dipakai bersama-sama dengan pemakai lain dalam waktu yang bersamaan. Atau dengan kata lain, untuk mengakses dan meng-updatefile-file tadi. Paket yang lain, seperti program pengolah data (word processor) dan spreadsheet, kebanyakan didesaian hanya untuk satu pemakai yang dapat meng-updatefile.
Dengan menggunakan network akan memudakan dalam melakukan bagi pakai software dalam beberapa cara diantaranya bagi pakai data dan menggunakan Software Multiuser.
a. Bagi Pakai Data
Karena setiap pemakai dapat mengakses harddisk, maka system akses bagi pakai data dapat dilakukan. Diperkirakan dalam sebuah jaringan kerja perusahaan departemen mesin memasukkan lebih banyak data spreadsheet dalam file server, dan setiap spreadsheet penuh dengan perhitungan. Karena data tersebut data perusahaan maka data tersebut kemungkinan digunakan dan diolah kembali oleh departemen lain dengan memanggil dan mengakses langsung dari komputer.
Beberapa tipe software PC, khususnya program manajemen database, didesain disamping supaya bisa dipakai oleh satu pemakai juga dimungkinkan dipakai bersama pemakai lain dalam waktu yang sama. Paket yang lain, seperti word processor dan spreadsheet, kebanyakan didesain hanya untuk satu pemakai yang meng-update file.
b. Menggunakan Software Multiuser
Isi paket software ini didesain dengan pemikiran menggunakan jaringan. Lebih baik dari paket single user, paket ini didesain secara khusus untuk beberapa pemakai dan untuk membangkitkan sistem share data.Electronic mail adalah contoh fasilitas software yang telah didesain secara khusus untuk digunakan dalam jaringan untuk mengirim pesan berupa file dan gambar. Dalam sebuah jaringan, baik yang besar maupun yang kecil, E-mail merupakan alternatif yang sangat efektif untuk mengirimkan kertas memo dengan memanfaatkan fasilitas telepon.
3. Bagi Pakai Alat Komunikasi
Komunikasi antar pemakai dalam suatu jaringan dapat dilakukan dengan menggunakan e-mail atau tele conference. Sehingga kebutuhan akan komunikasi antar pemakai dapat dipenuhi tanpa harus pindah dari tempat kerjanya. Selain itu pemakai e-mail dapat menekan pemakaian pulsa telepon.
Untuk memudahkan dalam komunikasi dengan mainframe dan minicomputer, pemakai PC selalu menggunakan modem untuk mengubah data ke PC yang lain atau mengakses pelayanan seperti system board
Modem adalah sebuah alat yang bisa ditambahkan ke dalam komputer untuk mengirim informasi lewat jalur telepon. Dengan menggunakan modem ini pemakai dalam network dapat menggunakannya dan menghubungi pemakai komputer lain dengan modem ini. Namun anda perlu mengaturnya agar modem bertindak sebagai modem server.
Disamping pemakaian modem tadi, dalam sebuah jaringan anda juga dapat menambahkan beberapa alat fax. Peralatan fax digunakan untuk mengirimkan informasi berupa dokumen melalui jalur telpon. Dengan menggunakan jaringan memungkinkan anda bisa mengirimkan fax ke beberapa tujuan dengan menggunakan daftar distribusi yang telah didefinisikan

4. Pemrosesan terpusat (terdistribusi)
Didalam suatu jaringan komputer, data dapat diolah secara terpusat atau secara terdistribusi. Pemrosesan secara terpusat dilakukan apabila sebuah data yang dibuat oleh tiap pemakai jaringan dikehendaki untuk disatukan dalam komputer pusat. Sebaliknya, pemrosesan terdistribusi dilakukan apabila suatu pekerjaan pengolahan data dari komputer pusat dapat dikerjakan oleh tiap pemakai berdasarkan spesialisasi bidang kerjanya.

5. Keamanan data
Keamanan data dapat diatur oleh supervisor (administrator) dengan pemberian hak akses, pembatasan waktu akses dan pemberian password untuk melindungi pemakaian komputer pusat.

6. Akses internet bersama-sama
Jika ada salah satu komputer berhubungan ke internet dan komputer tersebut memberikan izin untuk akses ke internet, maka para pengguna jaringan dapat melakukan aktivitas di internet hanya dengan menggunakan satu buah akun di ISP, satu buah modem. Hal ini sangat menghemat dana yang cukup besar.

7. Komunikasi dengan komputer lain
Sebuah LAN dapat berhubungan dengan LAN lain dan ke komputer host diluar jaringan seperti mainframe atau komputer mini. Hubungan dilaksanakan dengan menggunakan bridge atau gateway.
a. Bridge
Bridge adalah kombinasi hardware dan software yang menghubungkan jaringan-jaringan yang menggunakan metode komunikasi yang sama. Dengan netware, bridge dapat menghubungkan jaringan-jaringan dengan topologi berbeda, seperti jaringan ARCnet dan jaringan IBM Token Ring.
Bridge local bisa internal atau eksternal yang berfungsi sama namun kerjanya berbeda. Bridge eksternal hampir selalu menghasilkan biaya yang lebih besar. Bridge internal berada dalam file server dan terbentuk dengan hanya menambahkan sebuah kartu antar-muka. Komunikasi antar bridge dengan jaringan dikelola oleh sistem operasi. Dengan menggunakan bridge internal, Netware dapat dihubungkan ketempat local area network lain dari satu file server.
Bridge eksternal membutuhkan workstation dan software bridge. Selain itu, bridge eksternal juga bisa berfungsi sebagai penghubung bila pada file server sudah tidak tersedia slot lagi, dan dengan strategi penempatan pada jaringan, bridge eksternal dapat membantu mengatasi keterbatasan tersebut.
Bridge remote (jarak jauh) juga tersedia, bila jarak antara jaringan secara fisik tidak praktisan atau tidak memungkinkan untuk dihubungkan dengan kabel. Untuk menghubungkan jaringan yang terpisah secara geografis dilaksanakan dengan memakai bridge pada setiap jaringan dan saling terkomunikasi melalui modem.
b. Gateway
Gateway adalah peralatan komunikasi yang menghubungkan sistem-sistem yang berbeda. Gateway dapat menghubungkan jaringan dengan mainframe dan komputer mini. Gateway bisa local atau remote, bergantung kepada jarak fisiknya membutuhkan media transmisi perantara.
Gateway terkenal karena mengefektifkan biaya, dimana setiap orang dalam jaringan dapat mengakses komputer mainframe. Sebuah komputer gateway dapat menggantikan pemasangan kartu antar-muka dan kabel pada setiap komputer personal yang terhubung ke mainframe. Dengan NetWare, komputer mainframe bisa diakses oleh 16,32 atau 64 user sekaligus bergantung kepada gateway yang digunakan.
Gateway dapat digunakan dalam beberapa keadaan. Misal software NetWare SNA Gateway dapat bekerja pada jaringan, juga pada gateway yang mempunyai board antar-muka yang dirancang khusus. Kabel koaksial menghubungkan board antar-muka ke cluster controller. Arsitektur ini memungkinkan setiap workstation pada jaringan bisa mengemulasi terminal mainframe dan mentransfer file-file dan dari komputer host.

BAB III
ANALISA DAN DESAIN

3.1 Analisis Sistem yang lama

Sebelum adanya komputer di RSPB, semua pekerjaan yang berkaitan dengan data-data pasien, obat-obatan maupun keuangan dikerjakan secara manual. Karena dikerjakan secara manual, maka pelayanan terhadap pasien cukup memakan waktu yang lama, terutama di bagian Kasir, Apotik, Registrasi dan juga Rekam Medis. Pelayanan yang memakan waktu yang lama akan mengakibatkan kekecewaan pasien. Sistem pelaporan keuangan akan juga terganggu. Data-data tersebut juga memerlukan media penyimpanan yang tidak sedikit dan juga menguras tenaga karyawan RSPB. Data-data yang tersimpan secara manual juga rentan hilang, karena setiap bagian pasti akan saling pinjam-meminjam dan berbagi data. Karena terbatasnya informasi yang dikumpulkan, desain pada sistem lama di RSPB tidak bisa penulis tampilkan.

3.2 Analisis Sistem yang baru dengan menggunakan Jaringan Komputer

Setelah ada komputer, proses penginputan dan pengolahan data-data pasien dan keuangan menjadi lebih efisien dan akurat. Tetapi selama beberapa tahun belum ada jaringan komputer, sehingga setiap bagian belum bisa berbagi data secara elektronik.Namun seiring dengan perkembangan waktu dan teknologi, sekarang hampir semua bagian atau divisi di RSPB sudah menggunakan komputer dan sudah terhubung oleh jaringan, sehingga setiap bagian dapat berbagi data melalui jaringan komputer.
Sistem jaringan komputer pada RSPB menggunakan sistem LAN (Local Area Network). LAN dapat definisikan sebagai network atau jaringan sejumlah system komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunika
umum.seperti, telepon melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri.Local Area Network (LAN) juga,merupakan jaringan milikpribadi didalam sebuah gedung atau kampus yangberukuran sampai beberapa kilometer.LAN seringkalidigunakan untuk menghubungkan komputer-komputerpribadi dan kantor suatu perusahaanatau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya(resouce,misalnya printer) dan saling bertukarinformasi.Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh lokasi secara fisik
Banyaknya komputer yang ada pada RSPB menjadikan LAN sangat efektif pada penggunanya, terutama pada RSPB. Hal ini yang paling penting adalah keuntungan dari LAN ialah bisa berbagi pakai data, komunikasi data kecepatan tinggi dan lainnnya, sehingga para user yang satu dengan lainnya bisa berkomunikasi dari workstation masing-masing dan semuanya terhubung dalam file server yang ada dalam jaringan. Berikut adalah desain yang baru pada sistem yang menggunakan jaringan komputer

Gambar 3.1 LAN RSPB
Dalam sistem yang baru pada Rumah sakit Pertamina Balikpapan desain yang ditampilkan ialah jaringan topologi star dimana setiap node dihubungkan ke satu nodepusat jadi setiap pesan yang dikirim harus melalui node pusat.

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Persiapan dan Instalasi Jaringan

Persiapan disini dimaksudkan adalah mempersiapkan dan menyediakan semua kebutuhan untuk pekerjaan instalasi termasuk setting ruangan untuk komputer server, komputer client dan penempatannya.
A. Penempatan Server

Ruangan untuk menyimpan atau menempatkan server sebaiknya dipasang AC (Air Conditioner).Disamping itu server sebaiknya diletakkan pada tempat yang aman dan tidak mudah terjangkau oleh orang-orang yang tidak berhak dan kurang mengerti tentang jaringan.
Selain server, HUB sebaiknya diletakan dekat dengan server dan kalau mungkin bisa dibuatkan rak. Untuk jelasnya yang harus berada di ruangan server antara lain :
Rak server
Komputer Server
HUB
Modem
Line Telpon
1 Unit komputer untuk mengontrol aktivitas jaringan
Printer
Scaner jika diperlukan
Kabel duc (rel kabel)
Baterai UPS

Penempatan PC Workstation
Komputer yang biasa digunakan sebagai workstation atau client bisa diletakkan sesuai kebutuhan. Dalam hal ini tergantung keinginan orang sendiri, bisa dalam suatu ruangan terdapat komputer yang diletakkan secara berderetan, bisa juga antar ruangan tetapi jangan melebihi kapasitas kabel yang ditentukan.

Pengkabelan
Kabel yang dipasang biasanya harus diperiksa terlebih dahulu baik kabel arus ataupun kabel UTP untuk jaringan komputer. Hal ini untuk menjaga apabila ada kabel yang salah satu isinya terputus.
Menyiapkan Toolkit
Di dalam membangun sebuah jaringan toolkit sangat diperlukan yaitu peralatan pendukung kerja diantara lain seperti :
Obeng belimbing dan obeng minus
Obeng belimbing bermagnet
Testpen
Gunting
Tang Pemotong
Pinset
Tang Penjepit
Avometer (multitester)
LAN tester
Crimping tool untuk memasang konektor RJ45 (Kabel UTP)

Proses Instalasi
Setelah semua komputer termasuk server ditempatkan dimasing-masing lokasi atau ruangan yang akan ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah menarik kabel, memasang kartu jaringan, memasang konektor RJ 45 dan sebagainya.

Instalasi Kabel
Untuk memasang kabel kita harus memulai dari ruangan server. Artinya semua ujung diratakan diruangan server dekat HUB. Perinciannya adalah sebagai berikut :
Ukur panjang kabel UTP dari HUB ke server, maksimal 8 meter
Ukur panjang kabel UTP dari HUB ke workstation di ruangan server maksimal 12 meter
Ukur panjang kabel UTP dari HUB ke workstation di ruangan lainnya maksimal 100 meter
Kemudian tarik sesuai jumlah komputer di ruangan lain atau di ruangan yang sama tergantung di mana workstation tersebut diletakan.

Memasang Konektor
Untuk memasang konektor yang harus kita ketahui adalah susunan kabel yang akan dipasang. Susunan pemasangan kabel dari HUB ke komputer PC yang sudah terpasang kartu jaringan atau LAN card (NIC). Ada 2 standar urutan warna pada pengkabelan UTP CAT-5, yaitu standar T568A dan standar T568B. Standar T568A terdiri dari susunan warna kabel putih-orange, orange, putih-hijau, biru, putih-biru, hijau, putih-coklat dan coklat. Urutan disusun dari kiri ke kanan. Standar T568B terdiri dari susunan warna kabel putih-hijau, hijau, putih-orange, biru, putih-biru, orange, putih-coklat dan coklat. Atau lebih jelasnya bisa dilihat pada table yang ada di bawah ini :
Susunan kabel Straight
Putih Orange 1 Putih Orange
Orange 2 Orange
Putih Hijau 3 Putih Hijau
Biru 4 Biru
Putih Biru 5 Putih Biru
Hijau 6 Hijau
Putih Coklat 7 Putih Coklat
Coklat 8 Coklat

Jika memilih standar T568A, kedua ujung kabel jaringan menggunakan standar T568A. Demikian pula sebaliknya, jika memilih standar T568B, maka kedua ujung kabel disusun menggunakan satndar T568B.
Untuk susunan kabel dua(2) komputer, yaitu Server dan Workstation tanpa HUB, maka susunannya adalah seperti berikut ini :

Susunan kabel Cross
Putih Orange 1 Putih Hijau
Orange 2 Hijau
Putih Hijau 3 Putih Orange
Biru 4 Biru
Putih Biru 5 Putih Biru
Hijau 6 Orange
Putih Coklat 7 Putih Coklat
Coklat 8 Coklat

Kabel jaringan cross merupakan kabel dengan susunan T568A pada salah satu ujungnya dan susunan T568B di ujung yang lain.
Untuk jelasnya prosedur pemasangan konektor UTP adalah sebagai berikut :
– Potong kabel UTP dan kupas bagian luarnya menggunakan pemotong misalnya gunting/cutter/crimping tool.
– Setelah dikupas ratakan kabel yang ada di dalamnya kemudian susun urutan warna yang telah ditentukan (T568B/T568A secara Straight atau Cross).
– Kemudian luruskan kabel tersebut untuk dimasukan ke konektor RJ-45 dan hati-hati dalam memasukan kabel ke dalam konektor sebab bila telah dijepit apabila ada kesalahan konektor tidak dapat dipakai kembali.
– Ujung-ujung kabel UTP harus benar-benar menyentuh pin pada konektor RJ-45. Idealnya sedikit kulit kabel UTP masuk ke dalam konektor RJ-45 agar konektor dapat terpasang dengan kuat.
– Pegang ujung kabel dan konektor, lalu masukkan pada crimping tool di posisi yang benar. Bagian yang bergerigi pada crimping tool bertemu dengan pin pada ujung konektor RJ-45.
– Dorong konektor hingga masuk seluruhnya ke dalam crimping tool.
– Jepitlah konektor dengan menekan crimping tool kuat-kuat. Pegangi kabel saat menekan crimping tool agar kabel tidak terlepas atau tertarik saat menjepit konektor.
– Lakukan untuk pemasangan ujung kabel yang lainnya.

Memasang Kartu Jaringan (NIC)
Sebelum memasang kartu jaringan atau NIC ke dalam socket yang ada pada PC siapkan terlebih dahulu kartu jaringan tersebut. Perinciannya adalah sebagai berikut :
– Buka casing komputer baik untuk server maupun workstation (Client)
– Setelah itu pasang atau tancapkan kartu jaringan tersebut ke socket atau slot PCI pada komputer
– Setelah dipasang kartu jaringan tersebut, pasang mur di bagian atasnya agar tidak goyang.
– Setelah selesai tutup casing komputer dan rapikan kembali letak komputer
– Setelah memasang kartu jaringan ke seluruh komputer yang akan dikoneksikan ke jaringan, kemudian tancapkan kabel yang sudah terpasang RJ-45 ke port di HUB dan di komputer.

Jika sudah selesai pemasangan kabel, konektor, dan kartu jaringan kemudian lihat kembali susunan jaringan yang sudah direncanankan. Apabila akan membangun sebuah jaringan yang besar dalam suatu gedung, sebaiknya merencanakan LAN ini bisa menghubungi orang teknik yang mengerti listrik, bangunan, atau setidaknya mengerti tentang bangunan yang akan dipasang jaringan tersebut.
4.2 Penginstalan software

Software atau perangkat lunak yang digunakan untuk sistem operasinya yaitu menggunakan Windows 2000 dan 2003 Server. Sistem operasi ini merupakan pengembangan dari Windows NT Server sehingga berbagai kekurangan yang ada pada Microsoft Windows NT Server tersebut sudah diperbaiki dan dilengkapi berbagai fasilitas feature yang baru seperti My Network Places, Internet Connection Sharing, Terminal Service, Fasilitas IIS (Internet Information Service), management files lebih mapan, fasilitas service semakin lengkap dan lain-lain. Pada jaringan komputer di RSPB, sistem operasi Windows 2000 Server digunakan sebagai server networking dan juga sebagai routing, sedangkan sistem operasi Windows 2003 Server digunakan sebagai server database.
Untuk menginstalasi Windows 2000 dan 2003 Server terlebih dahulu dilihat spesifikasi komputer server yang akan digunakan. Apabila spesifikasi komputer yang akan digunakan masuk kategori komputer yang digunakan untuk server maka lanjutkan proses instalasi.

1. Proses Instalasi
Untuk menginstalasi Microsoft Windwos 2000 dan 2003 Server sangat mudah, karena hampir semua prosesnya dilaksanakan secara otomatis. Untuk memudahkan proses instalasi ini sebaiknya digunakan sistem standar saja, sedangkan fasilitas IIS Terminal Service, dan sebagainya bisa ditambahkan setelah proses instalasi selesai. Banyak cara yang bisa dilakukan dalam menginstalasi sistem operasi Windows 2000 dan 2003Serverini, salah satunya adalah setup otomatis melalui CD. Prosedurnya adalah sebagai berikut :
– Buat Boottable cd-rom drive melalui setup bios
– Masukan master asli windows 2000 atau 2003 server
– Boot komputer anda
– Ikuti semua petunjuk yang ditampilkan program

Jika terjadi kesalahan dalam penginstalan, maka tidak ada perintah yang keluar, dan apabila terjadi kesalahan biasanya ada hardware yang tidak dikenali dengan baik sehingga terjadi konflik. Jika demikian periksa dengan teliti hardware mana yang kurang baik dan tidak dikenali dengan sempurna oleh Windows 2000 dan 2003 Server.
Untuk sementara lihat tampilan hasil setup yang sudah ada. Anda bisa melihat isi Microsoft Windows 2000 dan 2003Server ini. Sebenarnya jika komputer anda hanya dijadikan workgroup (client-server) sampai disini sudah cukup atau hanya tinggal mengkonfigurasi IP address dan DNS-nya saja.
Tetapi jika komputer anda dijadikan server sampai tahap ini merupakan tahap awal. Karena harus meng-instalasi active direktorinya dahulu.

Instalasi Kartu Jaringan
LAN Card di server dan di workstation dipasang atau diinstalasi agar terjadi komunikasi antara komputer server dengan seluruh workstation atau client yang ada pada jaringan. Sebelum melakukan instalasi dan setting dimasing-masing komputer pastikan semua kabel sudah dipasang konektor RJ 45 dan terpasang di HUB dan ujung satunya pada komputer.
Penginstalan NIC atau LAN Card pada komputer anda, perinciannya seperti yang ada di bawah ini :
Tancapkan kartu jaringan pada socket
Pasang mur di bagian pangkalnya sebagai pengikat
Masukan konektor kabel UTP ke bagian port belakang kartu jaringan yang sudah terpasang.
Silahkan booting komputer
Jika kartu jaringan mendukung fasilitas plug and play pada saat booting akan ditemukan hardware baru.

Instalasi Active Directory
Active Directory merupakan sarana dalam komputer berbasis jaringan. Dengan ini juga semua client akan memanfaatkan fasilitas yang ada dalam suatu jaringan. Active Directory di RSPB digunakan di server networking, server database dan server routingProsedur yang harus diperhatikan dalam men-setup active directory :
Jendela konfigurasi Windows 2000 dan 2003 Server dalam keadaan tampil
Pilih Active Directory
Klik start untuk memulai konfigurasi Active Directory
Klik tombol nextuntuk melanjutkan. Disini program akan menanyakan kepada kita spesifikasi domain control untuk server.
Klik Domain controller for a new domain kemudian next
Klik Create a new domain tree kemudian next
Klik Create a New Forest of Domain trees kemudian next
Pada tampilan berikutnya ketikan nama server kita, misalnya Stikom.lock kemudian next
Kemudian tampil jendela NetBios domain name biarkan dengan nama yang sama kemudian next
Biarkan dalam keadaan default kemudian next
Setelah itu Microsoft Windows 2000 Server akan menampilkan pernyataan yang berhubungan dengan DNS
Klik OK
Klik Yes dan Install and configure DNS pada komputer kemudian next
Klik pilihan Permission Compatible with pre-Windows 2000 server kemudian next
Kemudian diminta menulis password kemudian next
Next lagi untuk melanjutkan instalasi
Biarkan komputer bekerja dan melakukan setup directory, tunggu dalam beberapa menit
Setelah menekan tombol finish komputer akan menampilkan dua pernyataan “apakah komputer akan direstart atau tidak“kemudian pilih restart dan biarkan komputer melakukan boot secara otomatis.
Pada saat login nanti akan terlihat perbedaan, dimana ketika sebelum active directory diinstalasi anda tidak menemukan domain, sedangkan setelahactive directory diinstalasi, domain yang diinstalasi bernama stikom akan tampil.

TCP / IP Address Pada Server

TCP/IP protokol adalah jaringan dengan teknologi “packet Switching” yang berasal dari proyek DARPA ( development of Defense Advanced Research Project Agency ) ditahun 1970-an yang dikenal dengan nama ARPANET.
TCP/IP adalah protokol yang tersedia pada Windows dengan layanan berorientasi internet dan intranet. TCP/IP sendiri sebenarnya merupakan suite dari gabungan beberapa protokol. Di dalamnya terdapat protokol TCP, IP, SMTP, POP, dan sebagainya.

1. TCP
TCP ( Transmission Control Protocol ) melakukan transmisi data per segmen, artinya paket data dipecah dalam jumlah yang sesuai dengan besaran paket, kemudian dikirim satu persatu hingga selesai.
Agar pengiriman data sampai dengan baik, maka pada setiap paket pengiriman, TCP akan menyertakan nomor seri ( sequence number ).Komputer mitra yang menerima paket tersebut harus mengirim balik sebuah sinyal ACKnowledge dalam satu periode yang ditentukan. Bila pada waktunya sang mitra belum juga memberikan ACK, maka terjadi “ time out “ yang menandakan pengiriman paket gagal dan harus diulang kembali. Model protokol TCP disebut sebagai connection oriented protocol.

2. Internet Protocol ( IP )
Internet protocol menggunakan IP-address sebagai identitas. Pengiriman data akan dibungkus dalam paket dengan label berupa IP-address si pengirim dan IP-address penerima.
Apabila IP penerima melihat pengiriman paket tersebut dengan identitas IP-address yang sesuai, maka datagram tersebut akan diambil dan disalurkan ke TCP melalui port, dimana aplikasi menunggunya.
IP address terbagi dua ( 2 ) bagian, yaitu :
Network ID ( identitas Jaringan )
HOST ID ( identitas Komputer )

Untuk IP addrres yang legal akan diberikan oleh NIC ( Network Information Center ), yang mana setiap orang dapat memintanya melalui ISP ( Internet Service Provider ).
Tujuan IP Address adalah memberi alamat untuk sebuah server atau komputer dalam suatu jaringan. Secara sederhana agar komputer dalam jaringan dapat dikenali oleh semua client dan dirinya sendiri harus diberi alamat. Alamat inilah yang dimaksud dengan IP Address. IP Address adalah berupa nomor tertentu yang nantinya dijadikan patokan untuk memberi alamat pada client yang ada dalam suatu jaringan LAN berbasis client server atau pun Workgroup.
Pemberian IP Address atau pemberian alamat tidak bisa sembarang, apalagi apabila komputer anda dijadikan web server. Prosedur pemberian alamat adalah sebagai berikut :
Klik kanan mouse tepat pada MyNetwork Place, pilih properties
Kemudian klik kanan Local Area Connection, pilih properties
Klik Internet Protocol (TCP/IP)
Klik properties
Klik use the following IP Address
Ketikan di kolom IP Address, misal : 10.1.8.28
Isi kolom subnet mask, dengan menekan tab subnet mask, maka akan otomatis terisi 255.255.255.0
Klik show icon on taskbar when connected untuk menampilkan tanda local area conection di taskbar

Gambar 4.1 TCP/IP Properties

Mengisi DNS Service

Untuk mengisi DNS Service ini bisa langsung pada tab general kolom preferred DNS Server. Namun demikian bisa juga dengan cara dibawah ini :
klik pada Network Connection
klik kanan Local Area Connection , pilih properties
pilih menu Internet Protocol (TCP/IP), lalu klik tombol properties
Klik tab advanced
Klik tab DNS
Klik add
Ketikkan misal : 202.134.1.10 atau 202.134.0.155
Klik add
Klik ok, kemudian ok lagi untuk menutup kotak dialog Local Area Connection sekaligus menyimpan ketentuan setting yang telah dilakukan.

Gambar 4.2 DNS Service

E. Testing Pada Komputer Lokal
Setelah komputer di Restart (booting ulang), pada saat komputer pertama kali komputer hidup akan muncul sebuah halaman login yang menanyakan nama user dan password. Seperti gambar berikut

Gambar 4.3 Halaman Login untuk masuk ke dalam komputer jaringan

Apabila tampil gambar seperti diatas, maka harus memasukkan user name dan password, kemudian klik OK untuk bisa terhubung ke dalam jaringan. Tetapi kalau kita cancel, maka kita tidak akan terhubung dengan jaringan, dengan kata lain komputer mengesampingkan penyetingan jaringan yang ada.

F. Cek Konfigurasi LAN
Setelah alamat IP selesai dikonfigurasikan, kita dapat memeriksanya melalui Command prompt.
• Jalankan menu Start >Run.
• Ketikkan cmd pada kolom Run, lalu tekan tombol OK.
• Pada layar komputer akan ditampilkan jendela Comand Prompt atau cmd.exe. Ketikkan perintah ipconfig, lalu tekanlah tombol Enter pada keyboard. Pada jendela command prompt ditampilkan informasi tentang konfigurasi alamat IP pada komputer. Informasi yang ditampilkan adalah alamat IP, Subnet Mask dan Default gateway.
• Kita dapat memeriksa apakah komputer telah terhubung dengan komputer yang lain. Caranya ketik perintah ping dengan format ping ip-komputer-tujuan pada command prompt. Contohnya : ping 192.168.0.2 lalu Enter

Gambar 4.4 Hasil ping melalui command prompt

• Jika menampilkan tulisan ”Reply from 192.168.0.2” berarti pemberian IP address sudah benar.

Sekarang jaringan sudah bisa difungsikan dan dipakai oleh user. Tinggal menambahkan setting-setting lainnya yang perlu ditambahkan nantinya atau penambahan aplikasi-aplikasi lainnya pada jaringan komputer tersebut.
Dalam pembahasan ini penulis akan memberikan penjelasan tentang gambar diatas yaitu jaringan LAN yang ada di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. Pembahasan ini hanya bersifat umum.

Secara garis besar topologi yang digunakan di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan adalah Topologi Star, dimana setiap node di hubungkan ke satu node pusat jadi setiap pesan yang dikirim harus melalui node pusat. Setiap node pasti menggunakan hub karena Hub adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berfungsi menghubungkan peralatan – peralatan ethernet 10Baset atau serat optik sehingga menjadikannya dalam satu segmen jaringan. Hub berkerja pada lapisan fisik (layer 1) pada model OSI. Sedangkan Ethernet merupakan jenis skenarioperkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh RobertMetcalfe dan David Boggs di XeroxPalo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.Dan 10BaseT sendiri adalah sebuah standar yang digunakan untuk mengimplementasikan jaringan berbasis teknologi Ethernet.

Medium transmisi yang digunakan dalam tipe ini membentuk jalur tertutup dan setiap workstation mempunyai kabel tersendiri untuk langsung berhubungan denganfile server sehingga seluruh sistem tidak akan gagal bila ada salah satu kabel pada workstation yang terganggu. File server ialah sebuah komputer yang dikhususkan untuk menyimpan file – file data yang dipergunakan oleh user – user yang komputernya terhubung pada suatu LAN. Workstation sendiri adalah sebuah komponen yang terdapat di dalam sistem operasi keluarga Windows NT (Windows NT 3.1, Windows NT 3.50, Windows NT 3.51, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, dan Windows Server 2008) yang mengizinkan sebuah clien untuk melakukan request sebuah sumber daya tertentu (berkas ataupun printer) dari server yang menjalankan layanan server melalui jaringan. File server yang digunakan dalam Rumah Sakit Pertamina Balikpapan ialah dengan Windows server 2003 sedangkan untuk Workstation system operasinya menggunakan Windows XP dan Windows 98.

Server Database ialah suatu perangkat yang digunakan untuk menyimpan data yang tersimpan dan diatur atau diorganisasikan sehingga data tersebut bisa diambil atau dicari dengan mudah dan efisien.Sebagai contoh sederhana dari database adalah buku telepon yang mungkin sering Anda lihat.Bagaimana halnya dengan database dengan sistem database dengan menggunakan komputer? Hal tersebut sama saja seperti database yang sifatnya manual (seperti contoh buku telepon di atas) hanya saja dengan adanya komputer maka informasi yang ada di dalam database akan sangat mudah untuk di-update dan sangat cepat untuk dicari. Server database akan disambungkan ke fiber optic transmitter. Fiber optic transmitter digunakan untuk mempercepat akses inputan data oleh user.Tidaksemua workstation menggunakan jalur fiber optic, yang menggunakan jalur fiber optic hanya bagian keuangan, karena bagian keuangan sangat memerlukan inputan data yang cepat. Sedangkan untuk workstation yang lain hanya menyambungkan dari Hub.

Penjelasan tentang Server Networking sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Server Database. Server Networking digunakan untuk memantau jaringan LAN yang ada dalam Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. Server Networking langsung menghubungkan jaringan ke computer melalui Hub. Seperti pada gambar diatas Server Network ke hub IT, dari hub TI langsung dihubungkan ke hub medrec, hub eks keuangan, dari hub eks keuangan dihubungkan ke hub eks wadir SDM dan Hub IT New. Dari hub IT New dihubungkan ke Hub.security dari Hub. security dihubngkan ke Hub. logistik. Disini penulis akan kembali menjelaskan bahwa dari Hub IT lama juga menghubungkan ke Hub poli imunisasi, dari hub poli imunisasi ke hub radiology, dari radiology ke hub sidewing.Kembali lagi ke hub IT lama, dari hub IT lama dihubungkan juga ke hub CSD, dari CSD dihubungkan ke bougenville dan obsgyn.Sedangkan hub flamboyan langsung dari IT lama, karena hub flamboyan merupakan jalur fiber optic ke keuangan.

Pada Server Kaspersky adalah server yang digunakan untuk memantau anti virus kaspersky Anti virus Kaspersky digunakan hanya untuk computer yang menggunakan jaringan LAN. Server Antivirus itu sendiri juga melakukan update setiap 1 minggu, update anti virus di dapat di internet melalui server resmi kaspersky Anti virus kaspersky itu bersifat lisensi. Server kaspersky juga bisa digunakan untuk memblock USB pada setiap computer yang menggunakan LAN. Jadi, USB tidak akan bias terbaca pada computer user. Di server kaspersky akan memberitahukan virus apa saja yang terbanyak didapat. System operasi yang digunakan pada server kaspersky ialah Windows XP sp 3.
Pada Routing Interface digunakan untuk mengambil data dari poliklinik di luar area RSPB.RSPB sendiri mempunyai poliklinik GATU dan poliklinik PANORAMA.Pengambilan data menggunakan jalur telepon. Jalur telepon di RSPB akan dihubungkan ke jalur telepon di poliklinik GATU maupun PANORAMA. System operasinya menggunakan windows 2000 server.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :
1. Sejalan dengan perkembangan teknologi jaringan dan kebutuhanpengguna, maka sudah selayaknya suatu organisasi/lembaga memulaipenerapan Jaringan atau local area network. Desain jaringan adalahpenting karena berhubungan dengan rancangan kinerja dankehandalan komputasi dan komunikasi pada suatu institusi.
2. LAN adalah sistem jaringan komputer yang ada pada RSPB, dengan adanya sistem jaringan pada komputer ini sangat memudahkan para user dari berbagai bagian untuk berbagi pakai data yang diperlukan dan tentu saja berbagai kemudahan lainnya seperti sharing printer, software sharing serta dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya.
3. Microsoft Windows 2000 dan 2003 Server yang digunakan sebagai sistem operasi yang merupakan pengembangan dari aplikasi sebelumnya. Pada jaringan komputer di RSPB, sitem operasi Windows 2000 Server digunakan sebagai server networking dan juga sebagai routing, sedangkan sistem operasi Windowa 2003 Server digunakan sebagai server database.

4.2 Saran – saran
1. Di dalam pengembangannya sistem jaringan komputer harus didukung dengan peripheral-peripheral yang sesuai dengan spesifikasi komputer yang ada dan mempunyai kualitas, kuantitas, serta kapasitas yang lebih baik untuk mendukung seluruh pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Oleh karena itu perlu sekali adanya penggantian komputer atau peripheral lain yang tidak layak pakai, sebab suatu jaringan yang baik harus dilengkapi dengan peripheral-peripheral yang baik pula atau menunjang untuk sebuah teknologi yang lebih canggih.
2. Pemilihan topologi jaringan hendaknya memperhatikan karakteristik topologi itu sendiri, letak gedung, dan jumlah lantai pada gedung RSPB.
3. Untuk memudahkan dalam proses pengecekan dan perbaikan sistem informasi, maka setiap komputer yang terhubung dalam jaringan ada baiknya diinstal aplikasi Remote Administrator. Sehingga tidak perlu lagi melakukan perbaikan secara manual (mendatangi komputer user yang mengalami masalah), perbaikan dilakukan secara langsung melalui komputer routing maupun server yang berada di ruangan Teknologi Informasi. Selain itu dengan menggunakan aplikasi Remote Administrator, akan memudahkan dalam proses update antivirus semua komputer yang terhubung dalam jaringan.Hal ini akan sangat efektif jika benar-benar dipraktekan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s